Beranda Internasional Toko Roti Tutup dan Bantuan Terhenti, Gaza Hadapi Bencana Kelaparan

Toko Roti Tutup dan Bantuan Terhenti, Gaza Hadapi Bencana Kelaparan

Sejumlah orang berjalan melewati sebuah toko roti yang telah tutup di Gaza City pada 1 April 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

0
Xinhua

Harga tepung melonjak hingga 100 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.588) untuk satu karung berisi 25 kilogram. Harga ini mustahil dijangkau oleh sebagian besar warga di daerah kantung yang miskin itu. Keluarga-keluarga yang putus asa terpaksa menggiling biji-bijian kering atau memanggang kentang sebagai alternatif sementara yang hanya memberikan sedikit nutrisi.

"Kita sedang menyaksikan kolapsnya jalur-jalur kehidupan paling mendasar," kata Amjad al-Shawa, kepala Jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gaza. "Ratusan ribu orang kini menghadapi kerawanan pangan, tanpa ada cara untuk mendapatkan kebutuhan pokok."

Bagi warga Gaza, ketiadaan roti, yang merupakan makanan pokok sehari-hari, menandakan titik kritis yang berbahaya. Para pejabat Palestina memperingatkan tentang "kemunduran yang belum pernah terjadi sebelumnya" pada kondisi kehidupan.

"Anak-anak saya bertanya mengapa tidak ada roti, tetapi saya tidak punya jawaban," kata Abdul Hadi. "Roti adalah satu-satunya sumber harapan kami. Kini, itu pun telah hilang."

Sejumlah orang berjalan melewati sebuah toko roti yang tutup di Gaza City pada 1 April 2025. Blokade bantuan telah membuat 25 toko roti di Gaza terpaksa ditutup karena persediaan makanan makin menyusut, perintah evakuasi Israel kian meningkat, serta aksi pengeboman terus berlanjut, demikian disampaikan oleh badan-badan kemanusiaan PBB pada Selasa (1/4). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Teratas

Berita Terkait
Berita Terkait