SUMBAR, CARAPANDANG - Indonesia saat ini berada pada titik strategis untuk menentukan arah masa depan ekonominya. Dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia, Indonesia bukan hanya menjadi pasar halal yang luas, tetapi juga memiliki peluang besar untuk tampil sebagai produsen utama di tingkat
global. Potensi ini sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen pada tahun 2029, di mana industri halal diharapkan menjadi salah satu motor penggeraknya.
Capaian Indonesia dalam peta ekonomi syariah dunia semakin memperkuat optimisme tersebut.
Laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 menempatkan Indonesia di posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar konsumen, melainkan mulai diakui sebagai kekuatan penting dalam ekosistem industri halal global. Dalam konteks ketidakpastian ekonomi dunia akibat dinamika geopolitik, krisis iklim, dan revolusi teknologi, keunggulan ini merupakan modal penting untuk memperkuat daya tahan sekaligus daya saing nasional.