SHARE

Istimewa

CARAPANDANG - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah jatuh tajam dalam beberapa hari terakhir, dipicu sentimen konsumen AS yang melonjak ke level tertinggi sejak September 2021.

Investor juga mengkonsolidasikan kerugian menjelang akhir pekan, tetapi lintasannya tetap cenderung melemah di tengah perkiraan bahwa Federal Reserve mendekati akhir siklus kenaikan suku bunganya di tengah pelunakan inflasi.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,15 persen menjadi 99,9184 pada akhir perdagangan.

Namun, indeks masih di jalur untuk penurunan mingguan terbesar sejak November. Penurunan mingguan diperparah oleh data inflasi produsen dan konsumen AS pada Juni yang menunjukkan berkurangnya tekanan harga.

Indeks sentimen konsumen yang dilacak oleh University of Michigan naik 13 persen pada Juli dari Juni, peningkatan kedua bulan berturut-turut dan kenaikan bulanan terbesar sejak 2006, menurut laporan pendahuluan yang dirilis Jumat (14/7/2023).

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap inflasi tetap berada di level terendah sejak awal 2021. Konsumen memperkirakan tingkat inflasi sebesar 3,4 persen di tahun depan, jauh di bawah puncak tahun lalu sebesar 5,4 persen.

Sementara itu, indeks harga impor AS turun 0,2 persen pada Juni menyusul penurunan 0,4 persen pada Mei, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (13/7/2023).

Harga ekspor AS turun 0,9 persen pada Juni, setelah turun 1,9 persen di bulan sebelumnya. "Pemulihan dolar AS hari ini tampaknya sebagian besar merupakan koreksi," kata Helen Given, pedagang valas di Monex USA di Washington.

"Pasar mungkin sedikit bereaksi berlebihan terhadap angka IHK (Indeks Harga Konsumen) Rabu (12/7/2023). Pidato kemarin dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller memperkuat bahwa Fed masih ingin menaikkan dua kali, sekalipun pasar tidak sepenuhnya mempercayainya." Pasar masih memperkirakan peluang 95 persen untuk kenaikan 25 basis poin dari Fed bulan ini, alat FedWatch CME menunjukkan, tetapi tidak lebih untuk sisa tahun ini.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1234 dolar AS dari 1,1220 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3102 dolar AS dari 1,3129 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 138,8260 yen Jepang, lebih tinggi dari 138,0260 yen Jepang pada sesi sebelumnya.

Dolar AS meningkat menjadi 0,8620 franc Swiss dari 0,8587 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3212 dolar Kanada dari 1,3108 dolar Kanada.

Dolar AS naik menjadi 10,2416 krona Swedia dari 10,2078 krona Swedia. dilansir antaranews.com


Tags
SHARE